CATATAN ATLETIK DAN TOLAK PELURU
Kata atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu athlon artinya berlomba atau bertanding. Atletik sudah dikenal sejak zaman purba saat mereka mencari makan dan mempertahankan diri dari serangan binatang buas. Dengan kata lain olahraga ini adalah cabang olahraga tertua. Olimpiade kuno pada 776 S.M. di Yunani pun sebagian besar melombakan kejuaraan atletik. Pada 17 Juli 1912 dibentuklah organisasi internasional atletik yang disebut International Amateur Athletic Federation (IAAF) hingga sekarang.
Tahukah kamu jenis-jenis olahraga yang termasuk dalam atletik?
A. Lari Estafet (Bersambung)
Lari sambung atau lari estafet merupakan lari dalam cabang atletik. Lari ini adalah lari beregu di mana pelari secara bersambung bergantian membawa tongkat estafet dari garis start menuju garis finish.
Dalam catatan sejarah olimpiade modern, perlombaan lari estafet pertama kali diselenggarakan pada Olimpiade V di Stockholm tahun 1912. Jarak yang dilombakan lari ini adalah 4 x 100 m dan 4 x 400 m. Keberhasilan suatu regu estafet sangat ditentukan oleh kelancaran pergantian
tongkat. Regu dengan pelari cepat dipastikan dapat memenangkan permainan.
1. Start
Lari estafet diawali dengan start, yakni awalan dalam lari. Pelari pertama menggunakan start jongkok, sedangkan pelari ke-2, 3 dan 4 menggunakan start melayang.
a. Start Lari Estafet
Langkah-langkahnya, adalah:
• pelari pertama menggunakan start jongkok;
• pelari ke-2, 3, dan 4 menggunakan start melayang;
• start dilakukan pada garis start 4 x 100 m dan 4 x 400 m.
2 . Tongkat Lari Sambung
Tongkat lari sambung terbuat dari kayu, plastik, ataupun bahan lain yang keras.Kemudian tongkat dicat dengan dua warna yang berbeda.
a. Tongkat harus dibawa selama lomba.
b. Bila tongkat terjatuh harus diambil lagi.
c. Tongkat disampaikan kepada pelari berikutnya di dalam daerah pergantian tongkat.
d. Tongkat terbuat dari pipa dengan panjang 28-30 cm keliling 12-13 cm, berat tidak boleh dari
50 gr, dan tongkat harus dicat berwarna.
3. Rangkaian gerakan lari sambung
1. Pelari ke-1 mengambil posisi start jongkok.
2. Pelari ke-2,3 dan 4 menunggu di lintasan berikutnya.
3. Setelah aba-aba ”bersedia-siap-ya” pelari ke-1 mulai berlari.
4. Pelari ke-2 berlari-lari kecil sambil menunggu pelari pertama.
5. Tongkat diserahkan ke pelari ke-2.
6. Pelari ke-3 berlari-lari kecil menunggu pelari ke-2.
Demikian seterusnya hingga pelari ke-4 sampai finish..
Bentuklah tim estafet dan lakukan perlombaan dengan teman sekelasmu!
B. Lompat Tinggi Gaya Straddle
Dalam sejarah lompat tinggi, teknik suatu gaya akan terkenal bila teknik atau gaya tersebut telah memecahkan rekor sebelumnya. Gaya straddle adalah gaya dengan lompatan perut berhadapan dengan mistar. Selain gaya ini ada juga gaya flop, yaitu kebalikan dari gaya straddle, punggung berhadapan dengan mistar. Manfaat latihan ini adalah mampu melakukan lompatan dengan optimal.
1. Langkah Lari Awalan
Awalan dalam lompat tinggi biasanya tidak memerlukan awalan yang jauh. Karena yang terpenting adalah tolakan dan angkat badan secara maksimal saat melewati mistar. Langkah-langkahnya, adalah:
• langkah lari awalan dimulai dengan panjang awalan berkisar delapan langkah.
• terdiri empat langkah pertama dan empat langkah terakhir lebih lebar daripada langkah
pertama.
• bila tumpuan menggunakan kaki kiri maka awalan dimulai dari sebelah kiri bak lompat.
• dan sebaliknya ketika tumpuan dimulai dengan kaki kanan maka awalan dimulai dengan kaki
kiri.
2. Teknik Tolakan Kaki
Hentakan kaki yang kuat akan menjadikan tubuh ringan dan mudah untuk melewati mistar. Teknik saat tolakan adalah sebagai berikut.
Langkah-langkahnya, adalah:
• badan condong ke belakang, kaki ayun lurus dan tidak kaku;
• ayunan kaki lebih tinggi dari kepala dan melewati mistar lebih dahulu daripada bagian
tubuh yang lain.
3. Bentuk Gerakan Saat Melayang
Saat melayang tubuh tidak boleh mengenai mistar, karena bila terkena dan mistar
jatuh, maka lompatan dikatakan gagal. Maka dari itu, teknik saat melayang harus dikuasai
dengan sempurna.
Langkah-langkahnya, adalah:
• pada saat di atas mencapai tinggi maksimum badan diputar ke kiri, menghadap ke bawah;
• kaki ditarik dan dijauhkan pada saat kangkang dan lurus tidak menyentuh mistar;
• ketika kaki ayun agak menurun maka tangan harus siap-siap membantu pendaratan.
4. Teknik Mendarat
Saat mendarat sebenarnya tidak menjadi hal terpenting, berbeda dengan lompat jauh. Karena saat tubuh melewati mistar, maka saat mendarat tidak akan memengaruhi kegagalan lompatan.
Langkah-langkahnya, adalah:
• pendaratan pada kaki ayun dibantu dengan tangan;
• besar kemungkinan jatuhnya susah diatur;
• sebagai pengamanan maka diperlukan tempat pendaratan yang empuk;
• bila menggunakan bak pasir jangan padat atau keras.
C. Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah satu olahraga dengan teknik melempar. Berat peluru yang digunakan adalah 3 kilo untuk putri dan 5 kilo untuk putra. Tolak peluru ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kecepatan dan tenaga/daya ledak.
1. Cara Memegang Peluru
• lakukan awalan, badan menyamping agak dibungkukkan;
• tolakkan peluru sekuat-kuatnya ke depan;
• sudut arah tolakan peluru dengan bidang datar diusahakan kurang lebih 45o;
• setelah melempar, dada harus tetap menghadap ke arah lemparan;
• kaki membuat gerak lanjutan.
Cara memegang peluru, adalah:
• meletakkan peluru pada pangkal jari-jari;
• ibu jari dan jari kelingking agak ke dalam sedikit.
• peluru diletakkan di depan bahu (pada tulang selangka dan leher) siku diangkat setinggi bahu.
2. Cara Melempar Peluru
Cara melempar peluru, adalah:
• tolakan/lemparan dilakukan dalam lingkaran;
• sebelum tolakan, tekanan peluru pada leher di bawah telinga agak ke depan;
No comments:
Post a Comment